TERBONGKAR ALASAN
PRESIDEN SBY MEMBANTU JOKOWI MENANG PILPRES 2014
By Irene Viena
1.
Koalisi Golkar, PD, PKB, PPP, Nasdem, Hanura
akan mengusung Jokowi – AHY pada Pilpres 2019. Jika anda menolaknya; ungkapkan
dengan tidak memilih Cagub, Cabup,
Cawalkot yang diusung Golkar, PD, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura pada Pilkada 2018
mendatang.
2.
Rencana SBY menduetkan AHY dengan Jokowi pada
Pilpres 2019 nanti tidak datang tiba-tiba. Sudah direncanakan / disiapkan
matang sejak SBY memutuskan membantu kemenangan
Jokowi dengan “menghianati
Prabowo – Hatta Rajasa” pada
Pilpres 2014.
3.
Mengapa SBY memutuskan secara diam-diam bantu
kemenangan Jokowi. Pura-pura dukung Prabowo – Hatta Rajasa padahal sudah
berencana nanti bakal menghianati Prabowo – Hatta di Pilpres 2014. Analisa
saya, semua bermula dari pemberitaan media Australia The Age dll. yang memuat
bocoran Wikileaks.
4.
SBY membantah keras berita The Age, The Sydney
Herald Morning dll. yang mengutip bocoran Wikileaks mengenai surat rahasia
Dubes AS ke Menlu AS bahwa SBY telah “Abuse of Power”. Namun Jusuf Kalla akui
bocoran Wikileaks benar.
5.
Saya sendiri tidak percaya tuduhan Scot Marceil
Dubes AS di Jakarta yang dilaporkan ke Menlu AS, dan kemudian berhasil di retas
Wikileaks, lalu dimuat oleh The Age dan banyak media Asing. Laporan Marceil
bocor ke Wikileaks, pemberitaan media asing itu, menurut saya by design.
6.
Semua itu direncanakan matang pihak AS, tujuannya
untuk menekan SBY agar bersedia penuhi keinginan AS, khususnya untuk membantu
agenda politik AS terkait Jokowi. Dimulai Pilkada DKI Jakarta 2012 sampai
Pilpres 2014. SBY harus bantu AS, suka atau tidak suka, rela atau terpaksa.
7.
Mengapa AS harus menekan SBY ? Mengapa harus
Jokowi ? Pada 2011 (hingga 2016) pemerintah AS dikendalikan Partai Demokrat
bukan Partai Republik. SBY adalah sekutu Partai Republik, Obama – Clinton harus
memastikan agenda politik mereka dibantu SBY sepenuhnya. AS siapkan “tekanan”.
8.
Rencana As menjerat SBY melalui pemberitaan
banyak media asing pada 11 Maret 2011 berhasil. SBY membantah keras, SBY
menggugat The Age dll. SBY protes keras AS via Dubes Scot Marceil. SBY akhirnya
bicara via telpon dengan Obama, babak baru SBY – Obama dimulai “SBY harus bantu
Jokowi”.
9.
Mengapa harus Jokowi ? semua berawal dari AMHP,
yang sudah persiapkan diri sejak lama agar didukung AS untuk jadi Presiden RI
melalui Pilpres 2004, mendadak AS batalkan dukungannya. Secara mengejutkan AS
mendukung SBY untuk jadi RI-1 pada Pilpres 2004.
10.
Bush
cabut dukungan AS untuk AMHP pada 2003 karena temuan FBI yang mengungkap
aksi-aksi terorisme di Indonesia termasuk bom Bali 1, 2 dll. hanya rekayasa
oknum tertentu demi meraih dukungan AS untuk menjadi Presiden. AMHP gigit jari,
Washington batal dukung AMHP karena dituduh pro FPI. SBY melenggang tobe RI-1.
11.
Mengapa Bush tidak dukung Megawati, the
incumbent ? Mega tidak dukung Bush serang Irak, Mega tolak ekstraddisi Ust. Abu
Bakar Ba”asyir, Mega kalahkan Exon di Cepu, Mega (dan Gusdur) berkuasa berkat
dukungan Partai Demokrat, bukan Partai Republik.
12.
Jika ada orang pander, mengatakan tidak ada
peran AS dalam Pilpres, khususnya Pilpres RI, tenggelamkan mereka kelaut aja,
biar dimakan ikan. Gusdur – Mega jadi Presiden hasil Fullherton Agreement, S’pore (Medeline Al
Bright, James Riady, Matori Abdul Djalil, Gusdur, Mega).
13.
Semoga teman yang belum paham, menjadi paham
dengan informasi ini. Gusdur, Mega, Jokowi adalah sekutu Partai Demokrat AS
(dan RRC), SBY adalah sekutu Partai Republik AS. Itu sebabnya Pilpres 2019
nanti SBY memiliki peran sangat penting
karena Partai Republik (Trump) sedang berkuasa di AS.
14.
Semoga teman juga paham mengapa Anies Baswedan
menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2019. Anies didukung oleh Arab Saudi dkk., Arab
Saudi adalah sekutu utama Partai Republik (Trump). Pengaruh Arab Saudi kepada
AS (Partai Republik / Trump) jauh lebih besar dari pada pengaruh SBY kepada AS
(Partai Republik / Trump).
15.
Semoga teman jadi paham mengapa Anies Baswedan
terus diserang fitnah oleh cebong,ahokers, dan media-media sampah seperti
Kompas dll. Anies calon kuat presiden jika restu AS diraihnya. Pak JK dan HRS
sedang berusaha memastikan AS dukung Anies tobe RI-1. (Insya Allah).
16.
Kembali ke Laptop ! Mengapa SBY khianati Prabowo – Hatta Rajasa, pura-pura usung PS –
HR tapi diam-diam membantu Jokowi menang Pilpres 2014. Paska pemberitaan
tuduhan Abuse of Power SBY oleh TheAge dll., terjadi pembicaraan pertelpon SBY
– Obama, dilanjutkan pembicaraan-pembicaraan rahasia SBY – AS.
17.
Inti semua pembicaraan rahasia SBY – AS (Obama,
Clinton, Kissinger, Scot Marceil, Richard O Blake dll.)…. SBY harus memastikan
Jokowi menang Pilkada DKI Jakarta 2012 dan menang Pilpres 2014. Saya tahu
persis SBY telah “minta maaf” kepada Hatta Rajasa. SBY mohon dimaklumi atas
”penghianatannya” tsb., kasihan HR.
18.
Paska kegagalan AMHP meraih dukungan AS untuk
jadi Presiden RI, padahal dia dkk. telah rekayasa begitu banyak aksi terorisme
guna menumpang agenda politik global AS paska WTC 11 Sept 2001,AMHP bangkit
kembali dengan susunan rencana baru: “mempersiapkan Presiden boneka untuk jadi
Presiden RI 2014”.
19.
Pucuk dicinta ulam tiba, Heru Kabinda Jateng
pada 2005 memberi informasi “sangat penting” mengenai sosok walikota Surakarta
terpilih. Informasi tersebut memungkinkan AMHP memegang kendali penuh terhadap
sosok tersebut. AMHP dkk. segera susun rencana baru, mewujudkan mimpi menjadi
(Bos) RI-1.
20.
Sejak itu terjadilah: banyak aksi terorisme di
Surakarta dan sekitarnya. Selalu dikaitkan dengan MMI-Ust. Abu Bakar Ba’asyir
tapi anehnya pesantren Ngruki yang dituduh “sarang terorisme” tidak pernah
digrebek atau diserbu aparat. Hampir semua terduga teroris ditembak mati. Semua
diklaim sebagai prestasi Jokowi.
21.
Rencana pencitraan disusun rapi, ada Goenawan
Muhammad, Sitok Sangek, Sri Yanto dkk. sebagai agen pencitraan Walikota Solo
yang akan diorbitkan jadi RI-1. Tempo merekayasa walikota terbaik, sama halnya
dengan rekayasa Tempo untuk Zhang Wan Xie (Ahok) sebagai Bupati terbaik versi
Tempo.
22.
Untuk pencitraan butuh biaya besar. Mustahil
Korupsi APBD Solo yang minim itu secara
terus menerus. Pada 2007 didirikan PT. Rakabu Sejahtera (patungan PT. Rakabu
milik Jokowi dengan PT. Toba Sejahtera
milik LBP). Dana untuk pencitraan mengalir puluhan M dari Toba ke Rakabu.
23.
Melalui PT. Rakabu mengalir uang dari AMHP dkk.
untuk biaya pencitraan Jokowi. Letjend TNI Agus Widjojo (sekarang Gubernur
Lemhanas) menjadi komisaris utama PT. Rakabu Sejahtera. Operasi menuju RI-1
makin melaju.
24.
AMHP dkk. tim Begawan berkantor pusat di lt. 17
Bakrie Tower Kuningan, Jaksel. Sadar bahwa tanpa dukungan AS mustahil dapat
menang Pilpres. Saat itu POTUS adalah Obama, Proxy Clinton maka AMHP dkk.
melobi James Riady, the master of lippo gate, penentu kemenangan Clinton jadi
POTUS 1996.
25.
Analisa saya: AMHP-Agus Widjojo dekat dengan
SBY, mustahil SBY tidak tahu rencana mereka dukung Jokowi jadi POTRI. Mungkin
awalnya SBY menolak, tidak rela Indonesia hancur karena Presidennya tidak
kredibel. Investasi AS (Obama / Clinton) yang dimulai sejak 11 Maret 2011
merubah sikap SBY.
26.
Paska 11 Maret 2011, SBY berubah sikap.
Berkali-kali Dubes Scot Marceil temui SBY guna memastikan komitmen SBY membantu
kemenangan Jokowi di Pilkada dan Pilpres. Terjadilah “Penghianatan” SBY kepada Foke – Nara dan Prabowo – Hatta.
Mungkin SBY punya alasan lain yang mengharuskannya berkhianat ?
27.
Analisa saya: SBY dalam hati kecilnya ogah bantu
Jokowi, tetapi beliau tahu risikonya jika tidak “kooperatif” dengan AS. Maka
SBY pakai jurus “sambil menyelam minum bir” hihi. Komit dukung Jokowi, khianati
Foke – Nara, Prabowo – Hatta dengan syarat Jokowi harus duet dengan AHY di
Pilpres 2019.
28.
Beberapa kali pertemuan rahasia sebelum Pilpres 2014 antara AMHP dkk. dengan
SBY dan SBY dengan James Riady, telah capai kesepakatan Jokowi – AHY.
Syaratnya: SBY harus pastikan tersedianya koalisi partai pengganti KIH. Ahok
harus disingkirkan karena cukong-cukong pengen Jokowi – Ahok di Pilpres 2019.
29.
SBY telah penuhi syarat tersebut secara manis
tanpa disadari cukong-cukong, SBY berperan besar menyingkirkan Ahok. Berkat
SBY, Ahok kalah di Pilkada 2017. PD – PKB sudah disiapkan jadi pengganti KIH.
Nasdem sudah diinstruksikan JR bergabung
kekoalisi PD – PKB untuk usung Jokowi – AHY 2019.
30.
Media-media Tionghoa dan antek aseng-asing juga
sudah komit mendukung Jokowi – AHY 2019. Mereka sudah bertemu beberapa kali
dengan SBY. Kompas mengusung jargon “generasi milenial” untuk support Jokowi –
AHY. First Media Grup kasih kesempatan luas SBY – AHY tampil popular. Trans
Corp. jangan diragukan.
31.
Antony Salim, James Riady, Chairul Tanjung
(proxy Salim), Popo / Eddi Suriatmaja, Jacob Oetama dll. Mayoritas pemilik
media nasional sudah komit menangkan Jokowi – AHY 2019. Sepakat asal jangan
Prabowo atau Anies jadi POTRI 2019 – 2024. PSI pun dibuatuntuk dukung Jokowi –
AHY. So ?
32.
Konspirasi nasional ini awalnya mulus, namun
mendadak ada “gangguan kecil”. Gatot pengen maju Capres atau Cawapres via
Golkar. Deal sama SetNov, SetNov pun terpaksa dibui, Golkar di take over. KPK
gagal tunaikan tugas untuk sandera Mega via kasus BLBI karena tiba-tiba Agus –
Saut ditersangkakan.
33.
Dukungan terbuka SBY kepada KPK untuk melawan
Pansus Hak Angket KPK berhasil mendorong KPK menang lawan PDIP – Golkar. PDIP
tidak mau Mega dan partai jadi konyol disandera KPK. Maka Saut dan Agus
mendadak jadi tersangka. Kasus BLBI mendadak “frozen ke status quo”. Mega batal
jadi tersangka.
34.
Mayoritas public tertipu dengan maneuver F.
Yunadi. Dikirain bela SetNov, padahal dia bawa agenda Pejaten untuk selamatkan
Mega dan PDIP yang mau dipaksakan KPK menjadi tersangka, agar PDIP menjadi
partai penonton di Pilpres 2019. BG membuktikan dirinya sebagai problem solver
PDIP. BG vs SBY.
35.
Ada apa gerangan ? Mengapa the master of intel
that used to be always plays behind the scene but not forced him self to
campaign for Jokowi ? Pertarunga Pilpres 2019 adalah pertarungan perebutan
siapa jadi Cawapres Jokowi ? Is it true ??
36.
Dari elit politik nasional terkemuka: SBY – AMHP
– JK – JR – LBP dll. Kita bisa belajar seni politik tingkat tinggi. Politics is
art. Sangat menarik. Saya banyak belajar dari mereka. Mencermati
maneuver-manuver mereka. Memahami strategi yang mereka gunakan. Mereka adalah
the masters.
37.
Diluar pak JK, dinamika politik RI dimonopoli
dan didominasi oleh politisi militer dan cukong. Politisi sipil Indonesia jauh
tertinggal dalam segala hal. Hegemoni kapabilitas politisi militer tidak
tergoyahkan sejak era Orba hingga hari
ini. Quo Vadis politisi sipil RI ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar