INDONESIA SELALU JADI SASARAN DAN MEDAN PEREBUTAN PENGARUH DALAM SETIAP “PATAHAN SEJARAH”
By: Haris Rusly
(Petisi 28 dan Kepala Pusat Pengkajian Nusantara Pasifik-PPNP)
Sejarah telah menggoreskan bukti terkait ekspansi berbagai
kepentingan international, baik kepentingan agama, ideologi, budaya,
politik dan ekonomi, yang pernah menjadikan nusantara sebagai sasaran
dan medan pertarungan perebutan pengaruh.
Pengaruh Asing Di Nusantara
Nyaris tak ada peradaban besar di dunia yang tak pernah singgah di
negeri ini. Kita dapat menemukan peninggalan sejarah terkait pengaruh
kebudayaan India, berupa bahasa, aksara hingga agama Hindu dan Budha di
berbagai tempat.
Kita juga dapat menemukan peninggalan sejarah tentang pencapaian
industri, kemajuan perdagangan dan ekspansi ekonomi bangsa China, yang
tersebar luas hingga ke unjung timur nusantara. Diantara kita tentu
pasti masih menyimpan beragam koleksi barang antik berupa koin hingga
keramik yang merupakan peninggalan dari berbagai dinasti yang pernah
berkuasa di China (dinasti Ming, dinasti Qing, dinasti Tang, dll).
Demikian juga warisan pengaruh Arab di wilayah nusantara juga dengan
gampang ditemukan di negeri ini. Agama Islam yang tersebar luar di
nusantara sebagai agama yang dipeluk mayoritas penduduk adalah bukti
kuatnya pengaruh ekspansi nilai-nilai dari wilayah Arab.
Walaupun pada akhirnya pengaruh kebudayaan barat yang datang
bersamaan dengan ekspansi penjajahan ekonomi dan politik telah turut
menyumbang pengaruh dalam aliran darah sejarah nusantara. Diantaranya
yang paling mendasar adalah penggunaan aksara latin sebagai aksara
nasional bangsa Indonesia.
Sumpah Pemuda 1928 adalah sebuah prestasi besar yang pernah
ditorehkan pemuda Indonesia, namun hanya berhasil menyentuh aspek
unifkasi atau kesatuan wilayah, kesatuan bangsa dan kesatuan bahasa.
Sumpah Pemuda tak menyinggung soal aksara nasional. Kita tak menggunakan
aksara yang lahir dari perut bumi pertiwi. Akibatnya, kita tak punya
kesatuan antara bahasa dengan aksara yang digunakan. Kita menggunakan
bahasa Melayu tapi dengan aksara Latin yang dikenalkan oleh penjajah.
Berbeda dengan sejumlah peradaban di dunia yang berhasil
mempertahankan kesatuan antara aksara dengan bahasa yang bertahan hingga
kini. Diantaranya peradaban barat yang berhasil mempertahankan kesatuan
antara aksara dengan bahasa yang digunakannya. Kesatuan antara aksara
latin dengan bahasa Inggris-nya yang telah berhasil menjajah dan menjadi
bahasa dan aksara international. Peradaban China yang berhasil
mempertahankan kesatuan antara bahasa Mandarin dengan aksara Hanzi,
demikian juga kesatuan antara bahasa Arab dengan aksara Arab.
Dapat dikatakan ada tiga peradaban besar yang berhasil mempengaruhi
mindset dunia hingga saat ini, yang dicerminkan oleh mengglobalnya
penggunaan aksara dan bahasa, yaitu peradaban barat dengan aksara latin
dan bahasa Inggrisnya, peradaban China dengan aksara Hanzi dan bahasa
Mandarin, serta peradaban Arab dengan aksara Arab dan bahasa Arab yang
digunakan oleh kitab al-Qur'an.
Sebelumnya, berdasarkan temuan peninggalan sejarah di sejumlah
kerajaan Islam di nusantara, kita pernah menggunakan bahasa Melayu tapi
dengan aksara Arab. Kita juga pernah gunakan aksara Pallawa yang berasal
dari dinasti Pallawa di Selatan India, aksara Kawi yang merupakan
aksara brahmi, hingga aksara yang lahir dari bumi pertiwi berupa aksara
Jawi.
Letak Geografis Menentukan Nasib
Letak dan posisi strategis menentukan nasib bagi Indonesia yang
sering kali menjadi medan kurusetra antara berbagai peradaban di dunia.
Dianugerahi oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, berada pada posisi
strategis secara geografis yang disertai limpahan sumber daya alam, baik
di darat maupun di laut, tak selalu membawa berkah bagi rakyat dan
bangsa Indonesia.
“Justru berbagai kutukan dalam bentuk penjajahan, perbudakan dan
perang saudara, datang silih berganti karena anugerah tersebut”.
Ditakdirkan berada pada posisi silang antar dua benua, benua
Australia dan benua Asia, yang dipisahkan oleh dua samudera, samudera
Hindia dan samudera Pasifik, telah menempatkan Indonesia sebagai
jembatan penghubung, titik pertemuan dan terminal persinggahan.
Akibatnya, bangsa Indonesia sangat rentan menjadi sasaran perebutan
pengaruh, baik pengaruh ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya,
oleh berbagai kepentingan asing.
Secara geologis, Indonesia juga ditakdirkan terletak di atas
pertemuan tiga lempeng aktif dunia, yaitu lempeng Indo-Australia,
Eurasia dan Pasifik. Pengaruh dari letak geologis tersebut selain
menghadirkan anugerah berupa panorama yang indah, lipatan gunung yang
mempesona, kandungan sumber daya alam yang melimpah, namun juga
menghadirkan ancaman bencana alam yang sering hadir silih bergani,
seperti gunung berapi dan gempa bumi di sepanjang jalur patahan.
Posisi silang secara geografis membawa pengaruh secara geopolitik,
yang menempatkan Indonesia sebagai terminal pertemuan antara tiga arus
besar kekuatan asing yang dalam sejarahnya sangat aktif melakukan
ekspansi, menjajah dan atau berebut memperluas pengaruh. Ketiga kekuatan
tersebut yaitu kekuatan kolonialisme dan imperialisme yang datang dari
barat (Inggris, Amerika dan Eropa), ancaman ekspansionis yang datang
dari utara (China dan Jepang), serta kekuatan agama yang datang dari
timur (India dan Timur Tengah).
Indonesia Sebagai Medan Kurusetra
Dalam berbagai episode sejarah, Indonesia memang sering dijadikan
sebagai sasaran dan medan pertarungan antara berbagai kepentingan global
tersebut yang menghadirkan sejumlah patahan sejarah. Bahkan perubahan
besar yang disertai konflik berdarah, baik konflik dengan sentimen
ideologi, konflik perebutan kekuasaan politik hingga konflik yang dipicu
sentimen agama, yang pernah terjadi di negeri ini tak bisa dilepaskan,
menjadi proxy, dari perubahan politik dan konflik perebutan pengaruh
antara berbagai kepentingan global.
Indonesia adalah salah satu “medan kurusetra”, mirip kisah Mahabarata
yang menghadirkan perang saudara sesama wangsa Kuru, antara Pandawa
menghadapi Kurawa, yang menewaskan Abimanyu, putranya Arjuna.
Tanah Indonesia juga pernah menjadi “padang karbala”, yang
berulangkali menghadapi situasi saling memangsa antar sesama anak
bangsa, mirip perang saudara antara sesama umat Islam pasca meninggalnya
Nabi Muhammad SAW, yang merenggut nyawa Husen bin Ali, cucu dari Nabi
Muhammad SAW.
Berbagai patahan sejarah yang bermula dan pernah menjadikan Indonesia
bagaikan “medan kurusetra” diantaranya adalah: Pertama, patahan yang
menguncangkan dan merobohkan konstruksi dan bangunan kolonialisme dan
imperialisme dalam bentuk dan wajah yang lama, yang disertai dengan
berdirinya konstruksi bangunan negara-negara Asia, Afrika dan Amerika
Latin yang merdeka, lepas dari penjajahan.
Revolusi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 adalah pelopor dan
inspirasi bagi negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dalam
memulai patahan sejarah, yaitu perubahan revolusioner dari negara
terjajah menjadi negara merdeka.
Adalah Adolf Hitler dengan segala kebiadabannya terhadap kemanusian
merupakan tokoh sentral yang memindahkan pertarungan antara bangsa
penjajah melawan bangsa terjajah menjadi konflik dan perang antara
sesama bangsa penjajah yang berseteru memperebutkan wilayah jajahan.
Keadaan tersebut yang membuat Bung Karno yang sejak tahun 1925,
terutama setelah membaca novel The Great Pacific War yang ditulis Charle
Hector Bywater, makin yakin akan meletus perang di pasifik (perang
dunia dua), yang akan menyajikan momentum bagi Indonesia dan semua
bangsa-bangsa terjajah di Asia, Afrika dan Amerika Latin untuk
memproklamirkan kemerdekaan.
Kedua, patahan sejarah yang menguncangkan dan merobohkan konstruksi
bangunan komunisme international, ditandai dengan berakhinya perang
dingin dan runtuhnya Uni Sovyet. Perang dingin adalah perang perebutan
pengaruh ideologi antara dua blok yang berwatak internationalis dan
ekspansif, yaitu antara blok komunisme Uni Sovyet dan sekutunya
berhadapan dengan blok kapitalisme barat (Amerika, Inggris, dll).
Pada episode ini, patahan sejarahnya juga bermula dari diruntuhkannya
komunisme di Indonesia tahun 1965, lalu menyusul runtuhnya Tembok
Berlin (Berliner Mauer) tahun 1989. Tembok Berlin dibangun tahun 1961
untuk membatasi dan memisahkan dua negara yang berbeda ideologi.
Menyusul kemudian bubarnya Uni Sovyet tahun 1991, sebuah negara raksasa
yang memimpin komunisme international yang berdiri tahun 1922.
“Bayangkan, dalam satu dekade, hanya selisih dua tahun, melalui
sebuah operasi intelijen, dua negara yang berbeda ideologi yang
dipisahkan oleh tembok, Jerman Barat dan Jerman Timur, berhasil
di-unifikasi atau disatukan menjadi satu negara. Di sisi yang lain,
negara Uni Sovyet yang merupakan persatuan dari negara-negara komunis
(sekitar 15 negara) di Eropa Timur, yang sangat kuat secara ideologi dan
sistem negara, berhasil diruntuhkan, puluhan negara yang bersatu di
bawah bendera Uni Sovyet akhirnya berhasil memisahkan diiri menjadi
negara independen”.
Ketiga, patahan sejarah yang menguncangkan dan meruntuhkan bangunan
pemerintahan yang diktator, ditandai dengan reformasi menuju
liberalisasi ekonomi dan politik yang terjadi di Indonesia tahun 1998.
Walaupun Indonesia bukan negara yang pertama yang dirusak melalui
liberalisasi dalam segala bidang, yang menumpangi sentimen anti rezim
diktator, sebelumnya Philipina telah memulai dengan merobohkan Presiden
Ferdinand Marcos.
Namun, reformasi tahun 1998 yang meliberalisasi seluruh kehidupan
bangsa adalah yang sangat berpengaruh dan menjadi hadiah terbesar bagi
kepentingan kapitalisme global. Berbagai organisasi LSM tingkat
international terlibat sangat aktif dengan dana unlimited untuk
meliberalisasi seluruh sektor kehidupan bangsa melalui produk UUD
amandemen maupun UU.
"Patahan sejarah yang terjadi tahun 1998 adalah pintu gerbang untuk
memulai pemusnahan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara".
Kembali Berkecamuknya Gelombang Di Pasifik
Bila kita perhatikan, patahan sejarah yang digambarkan di atas
keseluruhannya dimenangkan dan dalam kendali dari poros kapitalisme
barat (Inggris, Amerika, dll.).
"Walaupun telah terjadi sebuah perubahan revolusioner dari sejumlah
negara terjajah menjadi negara merdeka, tapi perubahan tersebut masih
tetap dalam kendali kapitalisme barat, yang mengontrolnya melalui soft
ware sistem bernegara, yang dilandaskan pada filosofi liberalisme
ekonomi dan politik".
Karena itu, segenap rakyat dan bangsa Indonesia harus memfokuskan
perhatian kita dalam menghadapi berkecamuknya gelombang di pasifik,
serta ancaman dan tantangan patahan sejarah yang sedang menghadang dan
menjadikan bangsa kita sebagai sasaran dan medan perebutan pengaruh.
Patahan sejarah yang diprediksi akan terjadi ke depan diakibatkan
oleh gesekan matahari kembar, antara matahari yang terbit di barat
(kapitalisme korporasi yang tumbuh di Inggris dan Amerika) berhadapan
dengan matahari yang terbit di utara (kapitalisme negara yang tumbuh
China) yang sinarnya mulai terasa terik.
Pada prinsipnya, baik kapitalisme korporasi yang tumbuh di barat
(Amerika, Inggris, Eropa) maupun kapitalisme negara yang tumbuh di China
mempunyai kesamaan tujuan, yaitu melebur dunia dengan meniadakan batas
batas negara yang menghambat pertumbuhan dari kapitalisme itu sendiri.
Bedanya, kapitalisme barat telah berhasil menguasai dan mengendalikan
dunia melalui soft ware system negara, One Goverment One System (OGOS),
yaitu dengan menggunakan senjata liberalisme (ekonomi dan politik)
serta revolusi teknologi informasi untuk meleburkan dan mendominasi
dunia.
Sementara kapitalisme negara yang tumbuh di China berambisi melebur,
menguasai dan mengendalikan dunia ke dalam gengamannya melalui hard ware
system, yaitu melalui senjata pembangunan infrastruktur untuk
menyatukan seluruh negara-negara dengan pusat politik di Beijing dan
pusat ekonomi dan keuangan di Shanghai.
“China dream” akan diwujudkan melalui program Jalur Sutra, satu sabuk
satu jalur, One Belt One Road (OBOR), yang dijalankan melalui projek
pembangunan infrastruktur menyusuri darat dan laut, yang menghubungkan
seluruh kawasan di Asia Tengah, Asia Tenggara, Australia, Eropa,
Afrika, Timur Tengah, dll.
Salah satu tujuan dari projek OBOR tersebut adalah mengontrol dan
mengendalikan jalur supply chain (rantai pasokan) secara international,
menjadi “kepala preman” yang mengontrol jalur produksi, distribusi dan
konsumsi di kawasan pasifik”.
Baik projek OGOS (One Goverment One System) dari kapitalisme barat
maupun projek OBOR (One Belt One Road) dari kapitalisme China, adalah
sebuah ancaman serius bagi bangsa Indonesia: Pertama, ancaman peleburan
negara (unification). Tahapan peleburan negara telah berlangsung cukup
lama melalui liberalisasi ekonomi dan revolusi teknologi informasi yang
telah merobohkan batas, tiang dan dinding negara.
Kedua, setelah melewati jalan peleburan negara, maka okupasi
(occopation) atau pendudukan wilayah oleh bangsa lain di atas tanah
Indonesia akan semakin mulus, sebagaimana yang dilakukan oleh Inggris
yang menduduki tanah Australia dengan mengusir suku asli Aborigin, atau
pendudukan atas tanah Amerika oleh Inggris dengan mengusir suku asli
Indian.
Negara penjajah seperti Inggris sangat kuat mencengkeram dunia karena
ditopang oleh konsep commonwealth yang tersebar luas menduduki dan
membentuk negara Afrika Selatan, Kanada, Selandia Baru, Australia dan
Amerika Serikat, dll.
Sementara peradaban China menjadi kuat karena didukung oleh kekuatan
overseas (perantauan). Demikian juga kekuatan Yahudi menguasai dan
mengendalikan dunia dengan strategi dan konsep diasporanya.
🏹
d'ravsa
Jumat, 26 Januari 2018
KONSPIRASI GLOBAL YAHUDI, AMERIKA DAN SEKUTUNYA UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM
KONSPIRASI GLOBAL YAHUDI, AMERIKA DAN SEKUTUNYA UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM
Ada konspirasi Global untuk menghancurkan Islam secara sistematis dan terorganisir secara rapih dan terus-menerus diberbagai negara mayoritas berpenduduk Muslim didunia sejak runtuhnya khilafah/sistem pemerintahan Islam, mereka bersatupadu dengan berbagai taktik dan metode dalam pelaksanaannya. Novus Ordo Seclorum atau New World Order adalah sebuah ambisi rahasia dan tersembunyi dari si mata satu “All Seeing Eye” yang menginginkan dunia ini berada didalam genggamannya dan dunia dibawah control dan otoritasnya. One World Economy, One World Army, One World Religion, One World Bank, One World Ideology, dll. Ancaman global Freemasonry ini begitu kuat mencengkramkan kuku-kukunya dibelahan dunia manapun. Menerjang dan menghancurkan siapapun yang berbeda ideologi dengannya. Mereka memiliki cara yang sistematis untuk menghancurkan Islam, ajaran maupun peradabannya.
SKENARIO
Yang Pertama dengan metode Pembelokan Ideologi Islam/Akidah.
Badan Intelejen Amerika Serikat, CIA (Central Intellegent Agency) membentuk lembaga dana sosial bernama “Asia Foundation” yang mengucurkan dana 1,4 milyar dollar per tahun. Badan ini sebagai pengusung dan sponsor gerakan SEPILIS yaitu penyakit Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme yang merusak akidah agama.
Mereka berprinsip “Bunuh anjing dengan anjing jangan kotori tangan kita dengan darah anjing”. Maka dibuatlah skenario besar, salah satunya memberi beasiswa pemuda islam untuk study islam ke universitas yg sengaja mereka sediakan untuk menghancurkan akidah seperti mengajarkan filsafat hermeneutika utk menafsirkan AlQuran, padahal jelas-jelas filsafat ini untuk menafsirkan Bibel bukan untuk menafsirkan Kalamullah. Dengan harapan sekembalinya ketanah air mereka menjadi boneka kakitangan yg dapat menghancurkan umat islam dari dalam. Jaringan Islam Liberal inilah hasil kerja keras mereka untuk membelokan akidah umat islam. Hasilnya? Prof. AKKBB prof. Dr.Musdah Mulia menghalalkan pernikahan sejenis, Ulil Abshar Abdala mengatakan bahwa semua agama benar, Islam belum tentu yg paling benar dan disurga nanti kita bs berdampingan dg umat lain, JIL di Semarang menulis buku “Indahnya Perkawinan Sejenis”, di Bandung JIL berzikir dengan memakai kalimat “AnjingHU Akbar”, dll. Sontak pihak Amerika lompat-lompat kegirangan, Prof. Mesum inipun langsung diterbangkan ke Amerika dan diberi penghormatan dan medali kehormatan sebagai wanita pembaharu Islam. Asia Foundation sengaja memberikan dana yang besar jika ketahuan ada aliran yang menyimpang dari Islam yang bertujuan untuk membelokan akidah agar umat Islam terjauh dari fundamental AlQuran dan AsSunah sekaligus sebagai alat pemecah belah.
Yang lebih parah lagi demi alasan kesetaraan gender, JIL Amerika mengadakan sholat jumat, yaitu oleh seorang wanita bernama Dr.Aminah Wadud dia sendiri imamnya padahal banyak pria, yg azan wanita, terus posisi makmumnya selang-seling pria dan wanita. Lebih ngeri lagi sholat jumatnya digereja kathedral Saint John Manhattan USA padahal ada mesjid. Ahmadiyah juga bentukan Inggris, digunakan sebagai alat pemecahbelah umat Islam, pembelokan akidah sekaligus untuk meredam perlawanan kepada penjajah Inggris karena di Ahmadiyah ada pelarangan jihad, dana dari Eropa dan Amerika begitu hebat mengalir keberbagai LSM bentukan asing di Indonesia jika ada ketahuan aliran yg menyimpang dari ajaran islam. Mereka langsung mem-backup-nya dan dilindungi olehnya, begitu umat Islam memprotesnya karena menyimpang dari akidah, LSM-LSM boneka Yahudi inilah yang akan langsung memprotes gerakan umat Islam untuk membubarkan Ahmadiyah karena dianggap telah melanggar hak azazi manusia dalam kebebasan beragama dan beribadah serta memecahbelah Negara kesatuan Pancasila, begitulah saudara-saudaraku taktik politik licik mereka dalam metode menghancurkan Islam secara sistematis.
Yang Kedua dengan metode Kekerasan/Militer.
Amerika dapat menyerang kedaulatan Negara lain walaupun tanpa bukti dan ditentang oleh Negara lain. Di Iraq sudah 1 juta orang muslim meninggal (insya Allah syahid) akibat serangan militer Amerika namun sampai detik ini tidak terbukti dan sudah dibuktikan oleh penyelidik internasional bahwa Iraq tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan, Amerika menyerang ke Iraq lebih cenderung motif untuk menguasai kekayaan alam Iraq dan Iraq dijadikan Negara boneka/kaki tangan Amerika.
Afghanistan adalah korban dari kelicikan Negara Amerika. Sewaktu perang dingin Uni Sovyet dan Amerika, Amerika tidak berani menyerang Negara itu, akhirnya memanfaatkan para pejuang Islam Afghanistan untuk melawan Soviet dan akhirnya memang bisa menghancurkan pasukan Sovyet yang memiliki peralatan super canggih. Namun hanya karena Taliban ingin menerapkan syariah dalam negaranya yang didukung oleh rakyatnya sendiri maka akhirnya dibuatlah skenario isu terorisme untuk menyerang balik Taliban oleh tentara Amerika, Inggris dan berbagai Negara kafir bahu-membahu untuk menghancurkan penegak Syariah Allah ini. Mereka memfitnah bahwa Talibanlah yang menanam opium padahal kita tahu justru Talibanlah yang sangat keras hukumnya bagi penanam opium dan sering dihukum mati pengedarnya oleh Taliban, justru Amerikalah yang mendanai untuk menanam tanaman haram ini yang digunakan Amerika untuk tujuan medis maupun militer sebagai penghilang rasa sakit.
Sebuah ambisi mendirikan Negara yang rasis dari sebuah gerakan yang disebut Zionisme, Israel telah banyak membantai penduduk Palestina dan Arab dan mencaplok wilayah Negara mereka, pembela HAM dunia Amerika memiliki standar ganda untuk urusan yang satu ini, setiap hari selalu ada saja kekerasan, pelecehan, penganiyaan dan penghinaan terhadap warga Palestina ini. PBB yang seharusnya menjadi pemecah masalah dari semua kekejian ini hanya bungkam seribu bahasa terveto suara dan haknya oleh kaum kafir, seolah keadilan didunia ini hanya dimiliki segelintir orang saja dan digunakan sekehendak mereka.
Dibelahan dunia lain, hanya dikarenakan penduduknya memeluk Agama Allah/Islam, Kristen ortodhox Serbia telah membunuh 650.000 Muslim Bosnia dengan cara yang sangat tidak manusiawi (Genocide/Ethnic/Religion Cleansing), disudan, diAlJazair, dichechnya, ditaijikistan, dikashmir, dipakistan, dialgeria, disomalia, muslim uighur china, muslim moro philipina, muslim pattani, thailand, dll. Bahkan pembantaian muslim itu terjadi dinegara kita sendiri yg jumlah muslimnya terbesar didunia. Yaitu peristiwa poso dan ambon. Fabi ngeri bagaimana ketika anak-anak santri didaerah itu digilir dan diantri utk disembelih lalu mayatnya dibuang kesungai. Mereka ingin kita diam saja, seperti kambing bodoh saja mau diantri untuk disembelih, begitu kita melawan, mereka langsung mensyutingnya lalu mengatakan kita yg teroris. Who is the real teroris?
Yang Ketiga dengan merusak tatanan Sosial Budaya.
- Dengan merusak pemuda dan pemudi dengan Fun Food and Fashion sehingga perlahan-lahan melupakan akan kewajiban syariah Islam.
- Dibentuknya LSM-LSM yang didanai asing untuk menghancurkan akhlak pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam agenda acara serta visi misinya.
- Masuknya ikon/symbol besar pornografi dunia ke Indonesia yaitu majalah Playboy dan majalah-majalah lainnya yang menghancurkan akidah umat Islam.
- Diabaikannya Perda Syariah, UU SISDIKNAS, UU ZAKAT, UU Pornogarfi/aksi, dll. Dalam sistem demokrasi.
- Agen intelijen asing mengeluarkan dana yang cukup besar dengan memuat tulisan-tulisannya/berita-
beritanya untuk melunturkan akidah umat Islam, di media TV dengan acara yang sangat merusak mental bangsa Indonesia, dan mengusung Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme, membuat propaganda anti Islam dengan mengidentikannya dengan teroris dengan cara yang sangat halus, sehingga umat Islam perlahan-lahan mengalami degradasi mental dan meniru kebudayaan ala barat dan merasa asing dengan agamanya sendiri padahal jika mati akan kembali kepada Allah swt dan akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.
Yang Keempat dengan metode Penerapan sistem Kapitalisme dalam bidang ekonomi.
Sistem Kapitalisme hanya mengeksploitasi sumber daya alam dan penduduknya dan sama sekali tidak menyejahterakan dan hanya membuat sengsara saja.
Yang Kelima dengan Politik.
- Sejatinya PBB, NATO, dll hanyalah boneka bentukan Amerika yang bertujuan untuk mencapai ambisi tujuannya semata. Mereka bisu terhadap kekejian dan penjajahan bangsa Israel terhadap Palestina, penyerangan ke Iraq walaupun tanpa bukti kuat dan ditentang Negara lain, dan masih banyak kasus lainnya. Amerika memiliki standar ganda terhadap kepentingannya.
- Mengancam Negara lain yang berseberangan dengan ideologinya melalui ancaman embargo, Militer, dll.
- Mendukung dan memberikan study sistem Demokrasi oleh siPengusung demokrasi yaitu Amerika yang jelas-jelas merupakan thogut dan diharamkan oleh Islam, karena Demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, suara Tuhan suara rakyat, Kedaulatan berada ditangan rakyat bukan ditangan Syariat Islam. Rakyat diberi kuasa membuat hukum walaupun bertentangan dengan hukum Allah. Islam dengan demokrasi, perbedaannya sejauh langit dan bumi. Manusia ibarat Islam, demokrasi ibarat monyet. Sama-sama memiliki mata, telinga, tangan dan kaki. Tetapi berbeda. Benar bahwa dalam Islam dan Demokrasi ada pemilu, tapi ingat di dalam Islam siapapun yang terpilih aturan yang diterapkan adalah aturan ALLAH. Sedangkan dalam demokrasi Syariat Islam adalah Pilihan, bahkan faktanya ketika partai Islam yang mengusung syariat Islam memenangkan pemilu akan digagalkan sedemikian rupa. Benar bahwa dalam demokrasi dan Islam ada wakil rakyat, namun wakil rakyat di dalam Islam tidak membuat hukum, tidak menentukan halal-haram, wakil rakyat di dalam Islam (Majelis wilayah dan majelis umat) hanya melakukan aktivitas memberikan pendapat dan muhasabah terhadap kebijakan penguasa. Benar bahwa penguasa dalam demokrasi dan Islam diangkat oleh rakyat, namun dalam demokrasi penguasanya bernama presiden di dalam islam namanya kholifah. Dan metode pengangkatannya adalah adalah dengan baiat. Benar pula bahwa di dalam demokrasi dan Islam dikenal musyawarah. Namun di dalam demokrasi semua hal bisa dimusyawarahkan sementara di dalam Islam yang bisa dimusyawarahkan adalah hal-hal yang mubah. dan didalam Islam ada kalanya musyawarah tidak dipakai ketika wahyu sudah menetapkan. Lihatlah bagaimana rosul tidak mempedulikan pendapat kaum muslimin ketika terkait pernjanjian hudaibiyah. dan satu hal terpenting sebagaimana "akal" yang membedakan manusia dengan monyet. Bahwa di dalam Islam, sesuatu yang boleh tidak akan pernah berubah menjadi terlarang seperti dalam demokrasi. Didalam Islam menikah dengan perempuan berusia 12 tahun adalah boleh sementara dalam demokrasi bisa tidak boleh (haram), di dalam Islam poligami selamanya mubah, tapi dalam demokrasi bisa menjadi terlarang, Sementara mendirikan tempat perzinahan/pelacuran terbesar se-Asia Tenggara yaitu Doli di Surabaya dalam Demokrasi diperbolehkan sedang hukum Allah sangat melaknatnya bahkan orang yang berzina 40 radius rumahnya akan kecipratan dosanya semua walaupun tidak tahu, di dalam Islam meminum khamer adalah terlarang sedikit maupun banyak, dalam demokrasi bisa menjadi boleh, bahkan berdirinya pabrik khamer adalah sebuah keniscayaan dengan izin dari anggota-anggota dewan. Jadi dalam hal ini anggota dewan dalam sistem demokrasi bisa bertindak sebagai Tuhan, yang menentukan boleh tidaknya sesuatu.
Apa itu Thagut?
Thoghut adalah tuhan-tuhan batil. Menyandarkan dan mempercayai suatu hal dan menyamakan atau bahkan melebihkan dengan kekuasaan Tuhan itu sendiri.
Demokrasi bisa menempatkan manusia setara dengan Tuhan, karena bisa membuat produk hukum yang bertentangan dengan hukum Allah.
Tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim –radhiya-Llahu ’anhu--- berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika baginda sedang membaca surat Bara’ah:
”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (TQS. At-Taubah [9]: 31)
“Katakanlah (Muhammad) “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang fasik di sisi Allah? Yaitu orang- orang yang di laknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus” Al Maidah : 60
Disegala bidang kehidupan kita sudah terkena fitnah Dajjal ini baik bidang IDEOLOGI, POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, HUKUM, BUDAYA, PERTAHANAN serta KEAMANAN.
Begitulah mereka menghancurkan islam secara sistematik detik demi detik siang malam tanpa henti untuk menghancurkan Islam.
Kita tidak sadar ada perang dunia ketiga, yaitu GLOBAL WAR AGAINST ISLAM. Dan fitnah Dajjal ini sudah masuk ke ranah Indonesia yang kita cintai ini. Mari kita rapatkan barisan saudaraku untuk melindungi umat Islam dari fitnah Dajjal ini!
PENYEBAB
AlHadits
“Hampir-hampir umat-umat lain mengerumuni kalian dari segenap penjuru sebagaimana (mereka mengerumuni) hidangan diatas sebuah piring besar. Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah karena jumlah kita sedikit pada saat itu?”. Nabi menjawab, “Bahkan pada saat itu jumlah kalian sangat banyak, tetapi kalian seperti buih air bah. Akan dicabut rasa segan dan hormat dari musuh-musuh kalian, dan akan dijadikan pada hati kalian penyakit AlWahn. Mereka bertanya, “Apakah AlWahn itu?”. Nabi menjawab, “Cinta Hidup dan Takut Mati” (HR Ahmad dan Abu Dawud dari tsauban dan telah dishahihkan oleh AlBani)
Masing-masing umat Islam hanya mencintai diri dan golongannya saja dan tidak peduli dengan sesamanya, dan muslim sudah terjangkiti penyakit FUN, FOOD and FASHION (ALWAHN). Bumi diciptakan oleh Allah dan ada makhluk penyembah-Nya yang disebut Muslim. Muslim didunia ini adalah satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain akan merasakannya. Sesama Muslim adalah saudara dan Muslim itu satu. Yang membedakan wilayah dan batas Negara dalam pengkotak-kotakan pikiran sempit adalah manusianya sendiri. Paham sesat nasionalisme inilah diajarkan pihak barat yang menghantarkan Islam kepada kehancurannya ditambah penerapan sistem Demokrasi yang mengabaikan syariah-Nya dan lebih menyukai hukum buatan manusia. Karena kedaulatan berada ditangan rakyat bukan ditangan syariat yang berdasarkan pada sumber AlQuran dan AsSunnah-Nya.
SOLUSI:
1. THE ONE STATE OF ISLAM UMMAH
“Berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai” 3:103
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” 49:10
Khilafah adalah solusi cerdas sebagai sebuah sistem dan media pemersatu umat dibawah satu bendera akidah dan mampu untuk menampung golongan apapun.Sehingga Islam menjadi satu tubuh sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah dan sebagai kekuatan tandingan kepada musuh-musuh Islam yang selama ini berusaha menghancurkan Islam secara terorganisir dan sistematis.
2. SHARIA LAW
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” AlBaqarah:208
“Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah ni'mat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” AlBaqarah:231
“Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah kamu kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi dengan sekuat-kuatnya dari kamu.” AnNisa:61
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik daripada Allah bagi orang-orang yang yakin ?” AlMaidah:50
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu'min itu.” AtTaubah:112
“Orang-orang Arab Badui itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” AtTaubah:97
Hanya dengan penerapan syariah Islam secara Kaffah diberbagai bidang kehidupanlah maka akan terciptalah suatu negeri yang dijanjikan oleh Allah yaitu Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur selain itu hanya mimpi belaka.
Ada sebuah hadits yang menyebutkan “Cinta tanah air adalah sebagian dari Iman”, terlepas dari palsu atau dhoifnya hadits tersebut. Maka hadits tersebut menggambarkan bahwa sistem pemerintahan Islam dan penerapan syariah Islam yang telah dicapai Nabi Muhammad untuk diterapkan ditanah Arab kala itu adalah sudah mencapai tahap yang sempurna sehingga tercapailah Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur dan sistem itulah yang membuat tanah air menjadi negeri yang sentausa dan Tuhan meridhoinya dan kita diwajibkan untuk mencintai tanah air itu, namun jika yang diterapkan adalah sistem yang sama sekali tidak diajarkan nabi dan mengarah kepada kekufuran maka wajiblah bagi kita untuk memperjuangkan sistem itu ditanah air yang kita cintai ini sampai tercipta Baldatun Thoyyibun wa Rabbun Ghafur sebagaimana Nabi Muhammad telah meraihnya dikala itu. Bumi tersusun dari tanah dan air dan unsur lainnya, bumi ini adalah milik Allah. Muslim itu satu, bumi ini milik Allah, tanah air muslim itu yaitu bumi yang kita pijak adalah satu. Kita adalah Muslim, Muslim dengan Muslim lainnya adalah saudara. Muslim itu adalah satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang lain sakit maka tentunya tubuh yang lain ikut merasakannya. Itulah Muslim sejati yang digambarkan oleh Rasulullah SAW. Semoga mudah untuk memahaminya.
Semenjak runtuhnya tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara ummat Islam 85 tahun yang lalu bangsa-bangsa Muslim di segenap penjuru dunia mulai menjalani kehidupan sosial berlandaskan sebuah faham yang sesungguhnya asing bagi mereka. Faham itu bernama Nasionalisme. Ketika Khilafah Islamiyyah masih tegak dan menaungi kehidupan sosial ummat, mereka menghayati bahwa hanya aqidah Islam Laa ilaha illa Allah sajalah yang mempersatukan mereka satu sama lain. Hanya aqidah inilah yang menyebabkan meleburnya sahabat Abu Bakar yang Arab dengan Salman yang berasal dari Persia dengan Bilal yang orang Ethiopia dengan Shuhaib yang berasal dari bangsa Romawi. Mereka menjalin al-ukhuwwah wal mahabbah (persaudaraan dan kasih sayang) yang menembus batas-batas suku, bangsa, warna kulit, asal tanah-air dan bahasa. Dan yang lebih penting lagi bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang mereka jalin menembus batas dimensi waktu sehingga tidak hanya berlaku selagi mereka masih di dunia semata, melainkan jauh sampai kehidupan di akhirat kelak. Mengapa? Karena ikatan mereka berlandaskan perlombaan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hidup lagi Maha Abadi. Firman Allah (artinya) : "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS Az-Zukhruf ayat 67)
Orang-orang beriman tidak ingin menjalin pertemanan yang sebatas akrab di dunia namun di akhirat kemudian menjadi musuh satu sama lain. Oleh karenanya, mereka tidak akan pernah mau mengorbankan aqidahnya yang mereka yakini akan menimbulkan kasih-sayang hakiki dan abadi. Sesaatpun mereka tidak akan mau menggadaikan aqidahnya dengan faham atau ideologi selainnya. Sebab aqidah Islam merupakan pemersatu yang datang dan dijamin oleh Penciptanya pasti akan mewujudkan kehidupan berjamaah sejati dan tidak bakal mengantarkan kepada perpecahan dan bercerai-berainya jamaah tersebut. Firman Allah (artinya) : "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dalam jamaah, dan janganlah kamu bercerai berai." (QS Ali Imran ayat 103)
Sewaktu ummat Islam hidup di bawah naungan Syariat Allah dalam tatanan Khilafah Islamiyyah mereka tidak mengenal bentuk ikatan kehidupan sosial selain Al-Islam. Mereka tidak pernah membangga-banggakan perbedaan suku dan bangsa satu sama lain. Betapapun realitas suku dan ironisnya perjuangan para politisi Islam tatkala mereka rela untuk menunjukkan inkonsistensi-nya di hadapan seluruh ummat demi meraih penerimaan dari fihak lain yang jelas-jelas mengusung Nasionalisme. Seolah kelompok yang mengusung ideologi Islam harus siap mengorbankan apapun demi mendapatkan keridhaan kelompok yang mengusung Nasionalisme. Seolah memelihara persatuan dan soliditas berlandaskan Nasionalisme jauh lebih penting dan utama daripada mewujudkan al-ukhuwwah wal mahabbah (persaudaraan dan kasih sayang) berlandaskan aqidah Islam.
Sewaktu perang Salib terjadi yang berkobar selama 200 tahun, disaat itu tidak ada rasa nasionalisme semu. Umat Islam adalah satu dan saling bergotong-royong dan bahu membahu untuk menghancurkan pasukan salib yang menyerang wilayah umat Islam. Bukan berperang sendiri-sendiri seperti saat ini, inilah bukti nasionalisme adalah faham sesat yang diciptakan oleh Barat untuk memecah belah umat Islam kedalam Negara-negara semu dan dibakar semangat persatuan walaupun tidak seakidah. Hasilnya? Negara-negara Islam mudah untuk dihancurkan karena mudah untuk dipecahbelah karena tidak adanya persatuan lagi. Pada saat kekhilafahan dahulu banyak melahirkan panglima-panglima jenius yang menghancurkan musuh walaupun jumlah musuhnya berlipat. Fabi sebutkan beberapa orang dari mereka, Muhammad AlFatih yang telah merebut kota konstantinopel sehingga berubah namanya menjadi kota Istanbul, Thoriq ibnu Ziyad yang merebut Negara Spanyol dan Salahuddin AlAyyubi yang telah merebut wilayah Palestina dari cengkeraman pasukan salib beserta Knight Templarnya yang telah membantai umat Islam diPalestina sehingga jalan-jalan diPalestina berkubang dengan darah.
Khilafah dan Syariah Islamlah yang sudah terbukti menjadikan umat Islam menjadi umat yang terhormat dan superpower disegala bidang kehidupan selama berabad-abad lamanya, sistem ini sudah teruji oleh waktu dan telah menghantarkan umat Islam kepada masa kejayaan, keemasan dan kegemilangannya. Semuanya bernaung dalam 1 bendera Nabi Muhammad yaitu “LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH” bendera itu diestafetkan kepada kita dan terus akan diestafetkan hingga akan sampai waktunya kepada Nabi Isa. Nabi Isa akan turun dari surga karena atas perintah Allah karena banyaknya penegak syariah dianiaya, dicaci, difitnah dan dibunuh oleh Dajjal dan para pengikutnya. Jika Allah tidak campur tangan maka akan lenyaplah agama Allah itu dimuka bumi karena kejahatan Dajjal dan pengikutnya. Nabi Isa bersama Imam Mahdi yang akan menyatukan seluruh Muslimin menjadi satu, dibawah satu bendera akidah. Maka hancurlah rasa Nasionalisme semu itu serta hancurnya Demokrasi yang diganti dengan sistem syariah Islam. Nabi Isa dan Imam Mahdi beserta kaum Muslimin akan menghancurkan pasukan Yahudi dan Nabi Isa sendiri yang akan membunuh Dajjal pemimpin Yahudi itu. Semoga umur kita sampai kepada kedatangan nabi Isa dan Imam Mahdi sehingga dapat bergabung dengan mereka untuk berjihad dijalan-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamien. Allahu Akbar!
Wassalam.
sumber: http://www.ikppd.org/home/53-konspirasi-global-yahudi-amerika-dan-sekutunya-untuk-menghancurkan-islam.html
Selasa, 16 Januari 2018
TERBONGKAR ALASAN PRESIDEN SBY MEMBANTU JOKOWI MENANG PILPRES 2014
TERBONGKAR ALASAN
PRESIDEN SBY MEMBANTU JOKOWI MENANG PILPRES 2014
By Irene Viena
1.
Koalisi Golkar, PD, PKB, PPP, Nasdem, Hanura
akan mengusung Jokowi – AHY pada Pilpres 2019. Jika anda menolaknya; ungkapkan
dengan tidak memilih Cagub, Cabup,
Cawalkot yang diusung Golkar, PD, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura pada Pilkada 2018
mendatang.
2.
Rencana SBY menduetkan AHY dengan Jokowi pada
Pilpres 2019 nanti tidak datang tiba-tiba. Sudah direncanakan / disiapkan
matang sejak SBY memutuskan membantu kemenangan
Jokowi dengan “menghianati
Prabowo – Hatta Rajasa” pada
Pilpres 2014.
3.
Mengapa SBY memutuskan secara diam-diam bantu
kemenangan Jokowi. Pura-pura dukung Prabowo – Hatta Rajasa padahal sudah
berencana nanti bakal menghianati Prabowo – Hatta di Pilpres 2014. Analisa
saya, semua bermula dari pemberitaan media Australia The Age dll. yang memuat
bocoran Wikileaks.
4.
SBY membantah keras berita The Age, The Sydney
Herald Morning dll. yang mengutip bocoran Wikileaks mengenai surat rahasia
Dubes AS ke Menlu AS bahwa SBY telah “Abuse of Power”. Namun Jusuf Kalla akui
bocoran Wikileaks benar.
5.
Saya sendiri tidak percaya tuduhan Scot Marceil
Dubes AS di Jakarta yang dilaporkan ke Menlu AS, dan kemudian berhasil di retas
Wikileaks, lalu dimuat oleh The Age dan banyak media Asing. Laporan Marceil
bocor ke Wikileaks, pemberitaan media asing itu, menurut saya by design.
6.
Semua itu direncanakan matang pihak AS, tujuannya
untuk menekan SBY agar bersedia penuhi keinginan AS, khususnya untuk membantu
agenda politik AS terkait Jokowi. Dimulai Pilkada DKI Jakarta 2012 sampai
Pilpres 2014. SBY harus bantu AS, suka atau tidak suka, rela atau terpaksa.
7.
Mengapa AS harus menekan SBY ? Mengapa harus
Jokowi ? Pada 2011 (hingga 2016) pemerintah AS dikendalikan Partai Demokrat
bukan Partai Republik. SBY adalah sekutu Partai Republik, Obama – Clinton harus
memastikan agenda politik mereka dibantu SBY sepenuhnya. AS siapkan “tekanan”.
8.
Rencana As menjerat SBY melalui pemberitaan
banyak media asing pada 11 Maret 2011 berhasil. SBY membantah keras, SBY
menggugat The Age dll. SBY protes keras AS via Dubes Scot Marceil. SBY akhirnya
bicara via telpon dengan Obama, babak baru SBY – Obama dimulai “SBY harus bantu
Jokowi”.
9.
Mengapa harus Jokowi ? semua berawal dari AMHP,
yang sudah persiapkan diri sejak lama agar didukung AS untuk jadi Presiden RI
melalui Pilpres 2004, mendadak AS batalkan dukungannya. Secara mengejutkan AS
mendukung SBY untuk jadi RI-1 pada Pilpres 2004.
10.
Bush
cabut dukungan AS untuk AMHP pada 2003 karena temuan FBI yang mengungkap
aksi-aksi terorisme di Indonesia termasuk bom Bali 1, 2 dll. hanya rekayasa
oknum tertentu demi meraih dukungan AS untuk menjadi Presiden. AMHP gigit jari,
Washington batal dukung AMHP karena dituduh pro FPI. SBY melenggang tobe RI-1.
11.
Mengapa Bush tidak dukung Megawati, the
incumbent ? Mega tidak dukung Bush serang Irak, Mega tolak ekstraddisi Ust. Abu
Bakar Ba”asyir, Mega kalahkan Exon di Cepu, Mega (dan Gusdur) berkuasa berkat
dukungan Partai Demokrat, bukan Partai Republik.
12.
Jika ada orang pander, mengatakan tidak ada
peran AS dalam Pilpres, khususnya Pilpres RI, tenggelamkan mereka kelaut aja,
biar dimakan ikan. Gusdur – Mega jadi Presiden hasil Fullherton Agreement, S’pore (Medeline Al
Bright, James Riady, Matori Abdul Djalil, Gusdur, Mega).
13.
Semoga teman yang belum paham, menjadi paham
dengan informasi ini. Gusdur, Mega, Jokowi adalah sekutu Partai Demokrat AS
(dan RRC), SBY adalah sekutu Partai Republik AS. Itu sebabnya Pilpres 2019
nanti SBY memiliki peran sangat penting
karena Partai Republik (Trump) sedang berkuasa di AS.
14.
Semoga teman juga paham mengapa Anies Baswedan
menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2019. Anies didukung oleh Arab Saudi dkk., Arab
Saudi adalah sekutu utama Partai Republik (Trump). Pengaruh Arab Saudi kepada
AS (Partai Republik / Trump) jauh lebih besar dari pada pengaruh SBY kepada AS
(Partai Republik / Trump).
15.
Semoga teman jadi paham mengapa Anies Baswedan
terus diserang fitnah oleh cebong,ahokers, dan media-media sampah seperti
Kompas dll. Anies calon kuat presiden jika restu AS diraihnya. Pak JK dan HRS
sedang berusaha memastikan AS dukung Anies tobe RI-1. (Insya Allah).
16.
Kembali ke Laptop ! Mengapa SBY khianati Prabowo – Hatta Rajasa, pura-pura usung PS –
HR tapi diam-diam membantu Jokowi menang Pilpres 2014. Paska pemberitaan
tuduhan Abuse of Power SBY oleh TheAge dll., terjadi pembicaraan pertelpon SBY
– Obama, dilanjutkan pembicaraan-pembicaraan rahasia SBY – AS.
17.
Inti semua pembicaraan rahasia SBY – AS (Obama,
Clinton, Kissinger, Scot Marceil, Richard O Blake dll.)…. SBY harus memastikan
Jokowi menang Pilkada DKI Jakarta 2012 dan menang Pilpres 2014. Saya tahu
persis SBY telah “minta maaf” kepada Hatta Rajasa. SBY mohon dimaklumi atas
”penghianatannya” tsb., kasihan HR.
18.
Paska kegagalan AMHP meraih dukungan AS untuk
jadi Presiden RI, padahal dia dkk. telah rekayasa begitu banyak aksi terorisme
guna menumpang agenda politik global AS paska WTC 11 Sept 2001,AMHP bangkit
kembali dengan susunan rencana baru: “mempersiapkan Presiden boneka untuk jadi
Presiden RI 2014”.
19.
Pucuk dicinta ulam tiba, Heru Kabinda Jateng
pada 2005 memberi informasi “sangat penting” mengenai sosok walikota Surakarta
terpilih. Informasi tersebut memungkinkan AMHP memegang kendali penuh terhadap
sosok tersebut. AMHP dkk. segera susun rencana baru, mewujudkan mimpi menjadi
(Bos) RI-1.
20.
Sejak itu terjadilah: banyak aksi terorisme di
Surakarta dan sekitarnya. Selalu dikaitkan dengan MMI-Ust. Abu Bakar Ba’asyir
tapi anehnya pesantren Ngruki yang dituduh “sarang terorisme” tidak pernah
digrebek atau diserbu aparat. Hampir semua terduga teroris ditembak mati. Semua
diklaim sebagai prestasi Jokowi.
21.
Rencana pencitraan disusun rapi, ada Goenawan
Muhammad, Sitok Sangek, Sri Yanto dkk. sebagai agen pencitraan Walikota Solo
yang akan diorbitkan jadi RI-1. Tempo merekayasa walikota terbaik, sama halnya
dengan rekayasa Tempo untuk Zhang Wan Xie (Ahok) sebagai Bupati terbaik versi
Tempo.
22.
Untuk pencitraan butuh biaya besar. Mustahil
Korupsi APBD Solo yang minim itu secara
terus menerus. Pada 2007 didirikan PT. Rakabu Sejahtera (patungan PT. Rakabu
milik Jokowi dengan PT. Toba Sejahtera
milik LBP). Dana untuk pencitraan mengalir puluhan M dari Toba ke Rakabu.
23.
Melalui PT. Rakabu mengalir uang dari AMHP dkk.
untuk biaya pencitraan Jokowi. Letjend TNI Agus Widjojo (sekarang Gubernur
Lemhanas) menjadi komisaris utama PT. Rakabu Sejahtera. Operasi menuju RI-1
makin melaju.
24.
AMHP dkk. tim Begawan berkantor pusat di lt. 17
Bakrie Tower Kuningan, Jaksel. Sadar bahwa tanpa dukungan AS mustahil dapat
menang Pilpres. Saat itu POTUS adalah Obama, Proxy Clinton maka AMHP dkk.
melobi James Riady, the master of lippo gate, penentu kemenangan Clinton jadi
POTUS 1996.
25.
Analisa saya: AMHP-Agus Widjojo dekat dengan
SBY, mustahil SBY tidak tahu rencana mereka dukung Jokowi jadi POTRI. Mungkin
awalnya SBY menolak, tidak rela Indonesia hancur karena Presidennya tidak
kredibel. Investasi AS (Obama / Clinton) yang dimulai sejak 11 Maret 2011
merubah sikap SBY.
26.
Paska 11 Maret 2011, SBY berubah sikap.
Berkali-kali Dubes Scot Marceil temui SBY guna memastikan komitmen SBY membantu
kemenangan Jokowi di Pilkada dan Pilpres. Terjadilah “Penghianatan” SBY kepada Foke – Nara dan Prabowo – Hatta.
Mungkin SBY punya alasan lain yang mengharuskannya berkhianat ?
27.
Analisa saya: SBY dalam hati kecilnya ogah bantu
Jokowi, tetapi beliau tahu risikonya jika tidak “kooperatif” dengan AS. Maka
SBY pakai jurus “sambil menyelam minum bir” hihi. Komit dukung Jokowi, khianati
Foke – Nara, Prabowo – Hatta dengan syarat Jokowi harus duet dengan AHY di
Pilpres 2019.
28.
Beberapa kali pertemuan rahasia sebelum Pilpres 2014 antara AMHP dkk. dengan
SBY dan SBY dengan James Riady, telah capai kesepakatan Jokowi – AHY.
Syaratnya: SBY harus pastikan tersedianya koalisi partai pengganti KIH. Ahok
harus disingkirkan karena cukong-cukong pengen Jokowi – Ahok di Pilpres 2019.
29.
SBY telah penuhi syarat tersebut secara manis
tanpa disadari cukong-cukong, SBY berperan besar menyingkirkan Ahok. Berkat
SBY, Ahok kalah di Pilkada 2017. PD – PKB sudah disiapkan jadi pengganti KIH.
Nasdem sudah diinstruksikan JR bergabung
kekoalisi PD – PKB untuk usung Jokowi – AHY 2019.
30.
Media-media Tionghoa dan antek aseng-asing juga
sudah komit mendukung Jokowi – AHY 2019. Mereka sudah bertemu beberapa kali
dengan SBY. Kompas mengusung jargon “generasi milenial” untuk support Jokowi –
AHY. First Media Grup kasih kesempatan luas SBY – AHY tampil popular. Trans
Corp. jangan diragukan.
31.
Antony Salim, James Riady, Chairul Tanjung
(proxy Salim), Popo / Eddi Suriatmaja, Jacob Oetama dll. Mayoritas pemilik
media nasional sudah komit menangkan Jokowi – AHY 2019. Sepakat asal jangan
Prabowo atau Anies jadi POTRI 2019 – 2024. PSI pun dibuatuntuk dukung Jokowi –
AHY. So ?
32.
Konspirasi nasional ini awalnya mulus, namun
mendadak ada “gangguan kecil”. Gatot pengen maju Capres atau Cawapres via
Golkar. Deal sama SetNov, SetNov pun terpaksa dibui, Golkar di take over. KPK
gagal tunaikan tugas untuk sandera Mega via kasus BLBI karena tiba-tiba Agus –
Saut ditersangkakan.
33.
Dukungan terbuka SBY kepada KPK untuk melawan
Pansus Hak Angket KPK berhasil mendorong KPK menang lawan PDIP – Golkar. PDIP
tidak mau Mega dan partai jadi konyol disandera KPK. Maka Saut dan Agus
mendadak jadi tersangka. Kasus BLBI mendadak “frozen ke status quo”. Mega batal
jadi tersangka.
34.
Mayoritas public tertipu dengan maneuver F.
Yunadi. Dikirain bela SetNov, padahal dia bawa agenda Pejaten untuk selamatkan
Mega dan PDIP yang mau dipaksakan KPK menjadi tersangka, agar PDIP menjadi
partai penonton di Pilpres 2019. BG membuktikan dirinya sebagai problem solver
PDIP. BG vs SBY.
35.
Ada apa gerangan ? Mengapa the master of intel
that used to be always plays behind the scene but not forced him self to
campaign for Jokowi ? Pertarunga Pilpres 2019 adalah pertarungan perebutan
siapa jadi Cawapres Jokowi ? Is it true ??
36.
Dari elit politik nasional terkemuka: SBY – AMHP
– JK – JR – LBP dll. Kita bisa belajar seni politik tingkat tinggi. Politics is
art. Sangat menarik. Saya banyak belajar dari mereka. Mencermati
maneuver-manuver mereka. Memahami strategi yang mereka gunakan. Mereka adalah
the masters.
37.
Diluar pak JK, dinamika politik RI dimonopoli
dan didominasi oleh politisi militer dan cukong. Politisi sipil Indonesia jauh
tertinggal dalam segala hal. Hegemoni kapabilitas politisi militer tidak
tergoyahkan sejak era Orba hingga hari
ini. Quo Vadis politisi sipil RI ?
Sabtu, 23 September 2017
Tiga Jalan
Ada tiga jalan untuk
memutar ekonomi, yang satu dilarang sedangkan dua lainnya dihalalkan,
diberkahi, disuburkan dan dilipat gandakan. Ironinya dalam beberapa
dasawarsa terakhir, justru jalan yang dilarang tersebut yang tumbuh
pesat – sedangkan dua jalan yang lain terdominasi oleh yang pertama.
Yang dilarang ini adalah jalan riba, sedangkan dua lainnya adalah jalan
jual-beli dan sedekah. Untuk mengerem laju pertumbuhan riba, tidak ada
jalan lain kecuali menguatkan jual-beli dan sedekah.
Dilarangnya riba sudah bukan lagi wacana, Al-Qur’an sangat tegas dalam hal ini bahkan Allah memberondongnya dengan memvonis haram (QS 2:275), mengancam akan memusnahkannya (QS 2:276), bahkan Allah dan Rasulnya menyatakan perang terhadap riba ini (QS 2: 279).
Dilarangnya riba sudah bukan lagi wacana, Al-Qur’an sangat tegas dalam hal ini bahkan Allah memberondongnya dengan memvonis haram (QS 2:275), mengancam akan memusnahkannya (QS 2:276), bahkan Allah dan Rasulnya menyatakan perang terhadap riba ini (QS 2: 279).
Praktek-praktek
yang dikategorikan riba di jaman modern ini juga sudah
diinterpretasikan tanpa perdebatan lagi oleh Fatwa Dewan Syariah
Nasional – MUI no 1 tahun 2004. Semua produk mengandung bunga perbankan
konvensional, asuransi dan koperasi – masuk kategori ini berdasarkan
fatwa tersebut.
Tetapi
mengapa justru produk-produk ribawi ini terus merajalela ? ya karena
dia ditumbuh-suburkan oleh ecosystem yang memang menunjangnya. Dari
pihak eksekutif dan legislatif negeri ini menghadirkan berbagai produk
yang menunjang tumbuh suburnya riba ini, misalnya ada undang-undang
penjaminan simpanan, undang-undang BPJS dlsb.
Dari
pihak masyarakat, baik pelaku usaha maupun sebagai konsumen – juga
masih enggan untuk melakukan innovative disruption untuk keluar dari
kungkungan riba ini. Bahkan karena riba itu begitu besar, tanpa kita
sadari yang berusaha keras meninggalkannya-pun masih harus terus menerus
menghirup debu-debu riba.
Jalan
yang kedua – jalan yang jelas dihalalkan oleh Allah adalah jual-beli
atau perdagangan (QS 2:275), jalan ini sekarang mulai menggeliat karena
dengan tumbuh suburnya marketplace startup – yang mulai menggurita,
masyarakat yang pandai berdagang secara umum diuntungkan.
Sebelum
marakanya marketplace berbasis internet, Anda harus menyewa kios yang
mahal di pusat-pusat perdagangan untuk bisa berjualan produk Anda.
Akibatnya dunia perdagangan dikuasai oleh segelintir yang mampu saja.
Dengan
menjamurnya berbagai marketplace tersebut, kini Anda idak lagi harus
menyewa kios yang mahal untuk berjualan. Anda bisa berjualan apa saja,
dari cendol sampai komponen teknologi tinggi yang sekarang lagi in –
seperti komponen-komponen IoT (Internet of Things) di marketplace yang
boleh dibilang gratis.
Tetapi
pertumbuhan pasar ini saja, belum cukup untuk melawan riba. Ketika
akses capital masih dikelola dengan system ribawi, ujungnya penguasa
pasar tetap segelintir orang itu saja.
Kepemilikan
marketplace-marketplace raksasa tetap privilege para pemilik modal
raksasa yang notabene juga pengelola ribawi. Hukum rimba marketplace –
yang nyaris tanpa ada entry barrier – mendorong persaingan yang tidak
sehat antara para pengelola marketplace tersebut.
Mereka
tidak segan-segan ‘membakar uang’ dalam jumlah yang tidak terbayangkan
untuk meningkatkan pangsa pasarnya masing-masing. Mereka saling berusaha
menjadi pemenang tunggal yang tidak menyisakan runner-up, sehingga di
dunia marketplace ini berlaku istillah the winner take it all –
pemenangnya mengambil semua !
Sementara
masyarakat masih bisa menikmati persaingan antar raksasa ini, kita
masih bisa naik ojek dan taksi yang tersubsidi oleh mereka, perdagangan
yang ongkos kirimnya dibayari mereka dlsb. tetapi ketika sesuatu itu
melanggar laranganNya, tidak terbayangkan apa akibat what next-nya.
Selain
riba, ada larangan monopoli/oligopoli, kartel, ada larangan persaingan
tidak sehat dlsb. Ingat bangsa Tsamud , kaumnya Nabi Saleh Alaihi Salam –
apa kesalahan mereka sehingga dihancuran oleh Allah ? karena ada sembilan orang (oligopoli) yang berbuat kerusakan di bumi (QS 27:48).
Ketika
sembilan orang tersebut menguasai segala akses perekonomian – dan
melarang unta Nabi Saleh untuk ikut dapat minum air, saat itulah Allah
hancurkan bangsa itu. Bukankah perilaku pasar kita sekarang juga
demikian ? yang besar ingin semakin besar dan berusaha menendang yang
kecil untuk keluar dari pasar ?
Satu
jalan lain yang harus kita dorong sekuat tenaga untuk tumbuh adalah
jalan sedekah. Mengapa demikian ? banyak sekali kebutuhan kita yang
tidak bisa secara optimal dipenuhi hanya dari jual beli komersial, harus
jual-beli dengan Allah – itulah salah satu caranya yaitu dengan
sedekah.
Urusan
pendidikan, urusan mengatasi musibah/bencana, urusan kesehatan dlsb-
tidak bisa diatasi dengan jual beli. Kalau untuk menerima layanan
kesehatan Anda harus bayar, lantas bagaimana si miskin yang tidak bisa
membayarnya. Bila untuk memperoleh pendidikan harus bayar, bagaimana is
miskin meningkatkan taraf hidupnya ?
Apalagi
untuk mengatasi musibah seperti bencana alam, musibah kemanusiaan
seperti yang dialami oleh saudara-sudara kita di Rohingnya dlsb – tentu
ini bukan medan jual beli antar manusia, inilah medan jual-beli dengan
Allah atau dengan sedekah tadi.
Tetapi
sedekah ini juga tidak akan optimal kalau aktivitas perdagangan kita
terganggu, apa yang bisa kita sedekahkan ke saudara kita di Rohingnya
misalnya – kalau kita sendiri tidak memiliki apa-apa, yang tidak
memiliki tidak bisa memberi ! Maka perdagangan antar manusia, dan
perdagangan dengan Allah – itu seperti dua sisi mata uang yang saling
kait-mengkait.
Kita
tidak bisa optimal bersedekah bila kita sendiri membutuhkan sedekah,
tetapi kekayaan kita juga tidak akan ada artinya – bila sebagian harta
tersebut tidak kita sedekahkan. Karena hanya ada tiga hal yang bisa kita
bawa mati, yaitu Anak saleh yang mendoakan orang tuanya, ilmu yang
bermanfaat dan sedekah jariyah.
Maka
di point terakhir sedekah jariyah atau wakaf – inilah yang dimasa-masa
lampau menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa, karena saat itu umat
sadar bahwa harta terbaik mereka adalah harta yang bisa dibawa mati –
harta yang disedekahkan atau diwakafkan.
Dengan
wakaflah selutuh infrastruktur pendidikan terbaik yang bisa diakses
oleh si miskin maupun si kaya – bisa di bangun. Dengan wakaf pula
seharusnya rumah sakit dan layanan-layanan kesehatan, dan layanan social
lainnya dibangun.
Yang
kita saksikan sekarang sekolah yang baik menjadi sangat maal, rumah
sakit yang baik juga hanya privilege of the few – ya karena
sektor-sektor yang seharusnya dikelola dengan sedekah ini, kini
diperdagangkan dengan dukungan modal ribawi.
Tetapi
hanya mengidentifikasi masalah saja tanpa memberikan solusi juga
menjadikan kita seperti penonton sepak bola yang hanya bisa berkomentar
dan maido - bahasa jawa yang artinya mencela, dan Allah-pun marah ketika
kita hanya bicara tanpa berbuat. Maka kinilah waktunya berbuat !
Di
era ketika pertumbuhan ekonomi dunia didominasi oleh disruptive
innovation, tidak ada hegemoni ekonomi yang bebas dari ini – disrupt or
be disrupted, maka terhadap system ekonomi kaitalisme ribawi-pun
waktunya untuk bisa di-disrupted.
Waktunya
kita membenarkan janji Allah, bahwa riba dihancurkan dan sedekah
disuburkanNya (QS 2:276), bahwa sedekah itu dilipat gandakan sampai 700
kali atau bahkan lebih (QS 2: 261), dan sedekah itu seperti berkebun di tanah yang subur – bila ada hujan lebat hasilnya dua kali, bila yang ada hanya rintik hujan atau embunpun cukup (QS 2:265).
Janji
Allah pasti benarnya, yang belum pasti adalah apakah kita berhak atas
janji tersebut. Karena janji ini bersyarat, yaitu bila kita memulai
dengan sesuatu. Bila kita tidak mulai menanam, apa yang disuburkanNya ?
bila angka kita nol dilipat gandakan berapapun tetap juga nol !
Maka
di momentum tahun baru Hijriyah pekan depan, waktu yang baik untuk
memulai hal baru yang lebih baik. Waktunya berhijrah untuk mengunggulkan
jalan jual-beli dan sedekah di atas jalan riba. Waktunya untuk mulai
‘menanam’ agar ada yang disuburkanNya, waktunya untuk menggoreskan
amalan kita yang bernilai satu demi satu – agar ketika dilipatgandakan
olehNya menjadi amalan yang berarti. InsyaAllah.
(Muhaimin Iqbal)
(Muhaimin Iqbal)
Impact Economy
Ada
kekuatan baru di pasar dalam beberapa tahun belakangan ini yang
digerakkan oleh individu dan korporasi yang ingin berbuat baik dalam
ekonomi. Mereka ingin menyelaraskan antara tujuan untuk mencari untung
dengan niat yang dianggap mulia. Bila di dunia pada umumnya hal ini
dianggap pilihan baru dalam ber-ekonomi, di dunia Islam ini adalah
keharusan. Bahkan ada petunjuk bagi kita agar pengelolaan harta kita itu
berdampak bukan hanya pada diri dan keluarga kita, tetapi juga terhadap
orang lain. Harta kita itu seperti roda gigi atau gear dalam system
rotary gear yang menggerakkan mesin besar yang disebut Impact Economy.
Gear yang paling dalam adalah keluarga kita masing-masing, apa yang kita lakukan terhadap penghasilan dan harta kita akan sangat menentukan seperti apa ekonomi umat ini terbentuk. Agar sadar ataupun tidak sadar kita tidak menumbuh kembangkan system ekonomi kapitalisme ribawi – yang diharamkan oleh Allah, diancam akan dihancurkan dan bahkan Allah dan RasulNya menyatakan perang terhadapnya (QS 2:275, 276, 279) – maka kita harus mengelola harta kita mengikuti petunjukNya.
Gear yang paling dalam adalah keluarga kita masing-masing, apa yang kita lakukan terhadap penghasilan dan harta kita akan sangat menentukan seperti apa ekonomi umat ini terbentuk. Agar sadar ataupun tidak sadar kita tidak menumbuh kembangkan system ekonomi kapitalisme ribawi – yang diharamkan oleh Allah, diancam akan dihancurkan dan bahkan Allah dan RasulNya menyatakan perang terhadapnya (QS 2:275, 276, 279) – maka kita harus mengelola harta kita mengikuti petunjukNya.
Contoh
pengelolaan pendapatan dan kekayaan yang ideal, saya ambilkan dari
hadits sahih yang diriwayatkan oleh Muslim, dan dikutib Imam Nawawi
dalam kitabnya Riyadus Shalihin sbb :
Dari
Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari
seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara
dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara
jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan
di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam.
Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia
ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang
sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya.
Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai
Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab:
“Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun
bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku
?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah
airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu. Apa yang
engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kamu
berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya kembali)”. (HR. Muslim).
Inilah
yang menjadi dasar dari prinsip 1/3 dalam pengelolaan harta yang ideal.
Yaitu 1/3 untuk sedekah, 1/3 untuk nafkah keluarga dan 1/3 untuk (re)
investasi. Bila kita bisa melakukan pengelolan harta dengan prinsip 1/3
ini, maka insyaAllah ‘hujan’ akan turun ke kebun kita meskipun yang lain
kekeringan – rezeki yang barokah tetap datang ke kita ketika yang lain
tidak mendapatkannya.
Pengelolaan
harta dengan prinsip ini, sejalan dan juga akan menggerakkan 3 roda
berikutnya, yaitu tiga hal yang akan kita bawa mati sebagaimana hadits
berikut :
“Ketika
manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara :
sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat , atau anak saleh yang mendoakan
orang tuanya” (HR Muslim).
Dari
yang 1/3 kita sedekahkan, sebagian menjadi sedekah jariyah yang akan
menemani kita ketika tidak ada lagi di dunia ini. Yang 1/3 kita
investasikan – sebagiannya diharapkan menjadi investasi yang paling baik
yang tidak akan pernah mengalami kerugian – yaitu investasi pada ilmu
yang bermanfaat.
Sedangkan
1/3 terakhir yang kita nafkahkan pada anak-anak dan istri kita,
diharapkan bisa mengantarkan anak-anak tersebut menjadi anak yang saleh
yang akan istiqomah mendoakan kita. Istri kita menjadi penyejuk
pandangan kita baik selagi di dunia maupun di akhirat nanti.
Lantas
dimana potensi ekonominya ? Perhatikan pada 1/3 yang pertama, yaitu
yang kita sedekahkan. Berapa persen penghasilan Anda yang berada di bank
? well awalnya gaji lewat bank 100%, tetapi kemudian dikuras habis
menjelang akhir bulan. Yang disimpan di asuransi, dana pensiun dan lain
sebaginya jauh lebih kecil lagi. Dengan uang yang sedikit di bank ,
asuransi , dana pensiun dlsb., itupun yang di syariah sudah menjadi
kekuatan yang begitu besar, yang nilainya mencapai sekitar US$ 1.8
trilyun di dunia. Inilah yang disebut pasar Islamic Finance.
Nah
sekarang potensi ekonomi sedekah itu sebesar 1/3 penghasilan umat
Islam, potensi wakaf adalah 1/3 dari kekayaannya. Bisa dibayangkan
sekarang, siapapun yang bisa menggarap ini akan menjadi kekuatan ekonomi
yang berdampak sangat besar – jauh lebih besar dari yang sudah
terbentuk di pasar Islamic Market tersebut.
Lha
apa umat mau membelanjakan harta begitu besar untuk sedekah dan wakaf ?
Perlu edukasi memang , tetapi umat terdahulu mau melakukannya – mengapa
umat sekarang tidak ? Budaya wakaf yang sangat massive ini – tidak
hanya dicontohkan oleh para sahabat seperti Abu Talhah dan Umar bin
Khattab, tetapi juga sampai berabad-abad kemudian.
Di
jaman Salahuddin Al –Ayyubi (1137-1193) ketika orang-orang kaya
berlomba dalam wakaf di berbagai bidang kebajikan, yang miskin-pun tidak
mau ketinggalan. Ada yang berwakaf dengan piring, ada yang berwakaf
dengan jasa perbaikan perabot rumah tangga dlsb.
Maka
yang kita perlu lakukan hanya mengingatkan umat di jaman ini dengan
satu ayat, dengan satu ayat ini - bila dihayati maknanya - orang akan
berlomba-lomba berwakaf selagi sempat. Satu ayat ini adalah “Kamu sekali-kali tidak akan pernah sampai kepada Al-Birr (Surga) sampai kamu menafkahkan dari apa yang kamu cintai…” (QS 3:92). Hanya dengan satu ayat ini-pun cukup untuk menjadi modal bagi kebangkitan ekonomi umat yang massif !
Tidak
sulit membayangkan layanan kesehatan sekelas Bymaristan – ketika orang
sakit bukan hanya dilayani gratis sampai sembuh, tetapi ketika pulang
masih diberi bekal uang dan baju baru – karena saat itu orang berlomba
untuk bersedekah/berwakaf. Ulama-ulama akan focus mengembangkan ilmunya,
para penemu dan innovator bisa focus pada karyanya – karena semua ada
yang membiayainya lebih dari cukup.
Kemudian
1/3 bagian yang kedua yang digunakan untuk memberi nafkah keluarga,
karena tujuannya adalah untuk menghadirkan anak-anak yang saleh dan
istri yang menjadi penyejuk pandangan – maka sekolah-sekolah yang
berbasis keimanan dan majlis-majlis ilmu akan kebanjiran peminat.
Makanan-makanan yang halalan, thoyyiban dan azka tho’am – makanan yang
paling murni – akan menjadi prioritas keluarga.
Industri
pendidikan dan makanan yang berbeda dengan yang ada sekarang akan
tumbuh pesat. Orang tua akan berubah dari target utama anak menjadi
sarjana – seperti yang terjadi sekarang, menjadi targetnya anak saleh
yang mandiri – karena kemandirian adalah bagian dari kesalehan itu
sendiri. Menjadi sarjana dalam berbagai bidang akan menjadi nice to
have, tetapi kesalehan dan kemandirian adalah yang must have.
Industri
makanan akan berubah dari yang targetnya sekedar massal dan murah untuk
menguasai pangsa pasar, menjadi industri makanan secara kecil namun
menyebar dimana-mana. Mengapa demikian ? karena orang akan mementingkan –
traceable food – yaitu makanan yang diketahui betul asal-usul bahannya
sampai siapa yang memasaknya. Makanan yang enak tetapi tidak azka tho’am
– yaitu makanan yang tercampur berbagai perasa yang tidak seharusnya
ada di makanan akan ditinggalkan orang.
Kemudian
untuk 1/3 terakhir yaitu yang diinvestasikan akan berubah orientasi.
Kalau sekarang orientasi hasil investasi adalah yang memberikan imbal
hasil materi yang tinggi, akan berubah menjadi bagaimana investasi itu
akan mencerdaskan dan menjadi jalan untuk pengamalan ilmu yang
bermanfaat – karena orang tahu bahwa ilmu yang bermanfaat inilah yang
akan dibawa mati, bukan hasil investasi yang tinggi.
Walhasil,
Impact Economy itu akan terbangun secara otomatis bila kita mengikuti
petunjukNya ketika kita membelanjakan harta. Karena hanya tiga hal yang
akan kita bawa mati, maka ‘check-list’-nya menjadi sederhana.
Yaitu pikirkan dampak dari setiap pengeluaran kita, apakah dia akan berdampak pada 1) sedekah jariyah, 2)
ilmu yang bermanfaat , atau 3) anak saleh. Bila suatu pengeluaran
bersifat netral dari ketiganya – artinya tidak berdampak apa-apa – maka
pengeluaran tersebut tidak perlu menjadi prioritas. Bila dia bersifat
negatif, yaitu menjauhkan salah satu dari tiga hal tersebut – dia perlu
ditinggalkan, itulah Impact Economy bagi kita-kita.
(Muhaimin Iqbal)
Langganan:
Postingan (Atom)